Posted by mitta on 13 Oktober 2009
Dengan perubahan yang terus terjadi, sejak pasca-kemerdekaan hingga prakemerdekaan, nilai-nilai kesejatian, yang diperkirakan UPS itu sendiri juga dikenal dan turun. Dengan kesedihan, kita harus jujur mengakui bahwa perkembangan nilai-nilai jati diri bangsa ini terus mengalami erosi. Tanpa bermaksud untuk membuat nilai-nilai modernisme dan globalisasi sebagai kambing hitam, apakah secara sadar atau tidak, kami juga heran, dan bahkan menempel nilai-nilai pragmatisme. Mengubah nilai-nilai terus terjadi pada semua lapisan masyarakat dan kehidupan baris. Pikiran dan semangat para pendiri negara ini (hampir) hanya membatu dalam buku sejarah dan museum bangsa. Sisanya, kita telah “menuhankan hal-hal” pragmatis, politik dan ekonomi. Kesadaran kolektif sebagai bangsa yang menghormati dan bermartabat, sadar atau tidak, telah berubah menjadi kelatahan sikap ibadah material dan kesenangan-kesenangan palsu. Bendera materialisme dan hedonisme terus terbang di wilayah publik. Secara kolektif, kami berjalan tepat ke ibadah dan perhatian yang berlebihan pada kepentingan, kepentingan-kepentingan material dan praktik.
Sayangnya, upaya dalam identitas dari semangat warisan ini dinilai oleh kekuatan berkurang. Hapus buku-buku sejarah, misalnya, adalah contoh konkret bagaimana fakta-fakta sejarah menjadi begitu peka terhadap penafsiran aturan. Buku-buku sejarah yang dianggap pro penguasa dibrangus kejam. Bisa ditebak, apa yang terjadi kemudian pembonsaian generasi dan anak-anak bangsa. Mereka sengaja kerdil dan menghambat pertumbuhan agar tidak bebas untuk memahami masalah-masalah masa lalu tidak pernah dialami oleh masyarakat dan bangsa. Dalam kondisi seperti itu, jika tidak terlalu banyak anak-anak di negeri ini yang tidak tahu kisah nyata dan identitas nasional negara mereka sendiri. Mengembalikan jati diri bangsa Sekarang, kita sudah merasakan suasana reformasi selama satu dekade. Pertanyaannya adalah, apakah ada perubahan yang cukup signifikan dalam upaya untuk mengembalikan identitas bangsa dianggap sebagai telah terkikis oleh ini? Jadi, bagaimana dengan bidang kebudayaan? Sayangnya harus mengatakan bahwa kebudayaan adalah bidang perawan reformasi, bahkan ketika negara ini berada di atas tungku kekuasaan Orde baru. Mengembalikan jati diri bangsa
Read the rest of this entry »
Posted in jati diri bangsa | No Comments »
Posted by mitta on 6 September 2009
Mengembalikan jati diri bangsa dan Krisis identitas nasional, salah satu alasannya adalah hasil dari budaya manajemen yang lemah. Hal ini diperkuat oleh apresiasi rendah pelaku budaya, seniman dan penegakan hukum masih lemah. Masalah demokratisasi, liberalisasi, HAM, tekanan ekonomi, dan mudah dihapus artefak dan sumber-sumber budaya lain dokumen, juga mempengaruhi krisis identitas nasional .. Masalah dalam mempertahankan budaya nasional harus mempertimbangkan pemerintah, kemudian Mengembalikan jati diri dan identitas yang dikenal sebagai keragaman seni dan budaya di negara ini. Permaslahan ini, pemerintah harus membuat peraturan untuk mendukung pemberdayaan budaya lokal dan penghargaan bagi pelaku seni dan budaya. Diharapkan pemerintah sebelum melakukan berbagai program budaya dari berbagai pembangunan, seperti program-program utama, yakni pelaksanaan dialog terbuka, pengembangan pendidikan multikultural, perawatan dan pembangunan tempat-tempat umum, peningkatan penegakan hukum dan penciptaan cara yang berbeda ikatan kebangsaan mengembalikan jati diri bangsa Read the rest of this entry »
Posted in jati diri bangsa | No Comments »
Posted by mitta on 15 Juli 2009
Kurang lebih 1 bulan kontes stop dreaming start action telah berlangsung, tidak banyak perubahan yang berarti di posisi 5 besar dan 10 besar. Para master-master seo bercokol di atas klasemen sementara. Perubahan yang berarti terjadi di posisi 11 ke bawah, naik turunnya posisi sangat kentara sekali. Detak jantung para seo-ers menanti naiknya posisi blog mereka, namun tentunya pengalaman dan jam terbang yang menentukan. Kontes stop dreaming start action dan mengembalikan jati diri bangsa yang diadakan oleh jokosusilo ini memang dahsyat. Kontes ini membuat para pakar seo gatal dan bergegas turun dari persemediannya guna menjajal keahlian mereka di bidang seo. Tidak sedikit para master seo dan para pemula yang berbondong-bondong mendaftar dan mengikuti kontes seo stop dreaming start action ini serta mengembalikan jati diri bangsa
Tentunya harapan dan impian mereka adalah menjadi number one alias no 1, ajang kontes seo paling bergengsi tahun ini bakal menjadi kontes seo paling meriah di tahun 2009 ini. Semoga ajang kontes seo semacam kontes stop dreaming start action ini terus diadakan untuk membangun semangat dan memacu kreativitas para blogger dan jangan lupa untuk mengembalikan jati diri bangsa
Posted in stop dreaming start action | 7 Comments »